Dua Karya Inovatif UM Bima Raih Hibah Dana Indonesia Raya Kementerian Kebudayaan RI

Bima, 12 Agustus 2026 — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima). Dua karya inovatif sivitas akademika UM Bima berhasil meraih Hibah Dana Indonesia Raya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, sebuah capaian yang sekaligus memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam melestarikan budaya lokal melalui kreativitas dan inovasi berbasis teknologi digital.

Dua karya tersebut masing-masing dikembangkan oleh Dr. Sutriawan, M.Kom. melalui karya berjudul “TANAO: Inovasi Platform Pembelajaran Digital Interaktif Berbasis Android untuk Pelestarian Bahasa dan Budaya Bima”, serta Muhammad Kandriana, S.H., M.H. dengan karya berjudul “Penciptaan Komik Digital Legenda Kesultanan Bima Sebagai Media Edukasi Budaya Generasi Muda.”

Masing-masing karya tersebut memperoleh hibah sebesar Rp200 juta, sehingga secara keseluruhan Universitas Muhammadiyah Bima menerima dukungan pendanaan sebesar Rp400 juta untuk pengembangan kedua karya inovatif tersebut. Dana hibah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pengembangan karya kreatif dan inovatif yang berorientasi pada pelestarian budaya, penguatan edukasi generasi muda, serta pemanfaatan teknologi digital dalam menjaga warisan budaya Bima. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa karya sivitas akademika UM Bima memiliki nilai strategis dan potensi dampak yang kuat dalam mendukung agenda pemajuan kebudayaan Indonesia.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga, mendokumentasikan, dan mentransformasikan kekayaan budaya daerah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Karya Dr. Sutriawan, M.Kom., mengusung gagasan pengembangan TANAO, sebuah platform pembelajaran digital interaktif berbasis Android yang diarahkan untuk mendukung pelestarian bahasa dan budaya Bima.

Platform tersebut dirancang dengan berbagai konten edukatif yang memperkenalkan kekayaan budaya Bima kepada generasi muda melalui pendekatan teknologi digital. Di dalamnya terdapat sejumlah fitur, antara lain pembelajaran bahasa Bima, cerita rakyat, budaya Bima, permainan edukasi, serta kuis interaktif.

Pengembangan TANAO diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran budaya yang lebih dekat dengan karakter generasi digital. Dengan memanfaatkan perangkat teknologi yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda, pembelajaran bahasa dan budaya lokal dapat dikemas secara lebih menarik, interaktif, dan kontekstual.

Gagasan tersebut sekaligus menjawab tantangan pelestarian budaya di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Semangat tersebut menjadi landasan utama pengembangan TANAO sebagai karya yang tidak hanya berorientasi pada inovasi teknologi, tetapi juga memiliki misi kebudayaan.

Sementara itu, Muhammad Kandriana, S.H., M.H., menghadirkan inovasi melalui karya “Penciptaan Komik Digital Legenda Kesultanan Bima Sebagai Media Edukasi Budaya Generasi Muda.”

Karya ini berupaya menghidupkan kembali narasi sejarah dan legenda Kesultanan Bima melalui medium komik digital yang lebih mudah diterima oleh generasi muda.

Transformasi cerita sejarah dan budaya ke dalam format digital menjadi strategi penting untuk menjembatani warisan budaya dengan karakteristik generasi saat ini. Cerita tentang Kesultanan Bima tidak hanya diposisikan sebagai bagian dari masa lalu, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran, inspirasi, dan penguatan identitas budaya.

Melalui pendekatan kreatif tersebut, sejarah dan budaya lokal diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi, tetapi dapat hadir dalam bentuk media edukasi yang komunikatif dan menarik.

Karya tersebut membawa pesan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan inovasi kreatif dan perkembangan teknologi digital.

Perolehan hibah ini semakin memperkuat posisi UM Bima dalam mendorong lahirnya karya-karya inovatif yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Karya yang mengangkat bahasa, sejarah, tradisi, dan identitas budaya Bima juga menunjukkan bahwa kekayaan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber inovasi pendidikan dan kebudayaan.

Bagi UM Bima, keberhasilan dua karya tersebut bukan semata-mata capaian individual para pengusul, tetapi merupakan bagian dari ekosistem akademik yang terus dibangun melalui penguatan penelitian, inovasi, kreativitas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bima menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap proses pengembangan dan pengusulan karya hingga berhasil memperoleh Hibah Dana Indonesia Raya Kementerian Kebudayaan RI.

“Darmin, S.K.M., M.Kes selaku LPPM UM Bima menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dr. Sutriawan, M.Kom., dan Muhammad Kandriana, S.H., M.H., atas dedikasi, kreativitas, dan kerja kerasnya dalam menghasilkan karya yang membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Bima. Capaian ini menjadi motivasi bagi sivitas akademika lainnya untuk terus menghasilkan karya yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat,” demikian apresiasi LPPM UM Bima.

H.Ilyas Sarbini, S.H., M.H. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Bima turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan dua sivitas akademika tersebut.

Menurut Rektor UM Bima, keberhasilan memperoleh hibah kebudayaan menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjaga warisan budaya sekaligus menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Dr. Sutriawan, M.Kom., dan Muhammad Kandriana, S.H., M.H., yang telah berhasil memperoleh Hibah Dana Indonesia Raya Kementerian Kebudayaan RI. Ini merupakan kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Bima sekaligus bukti bahwa karya sivitas akademika dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya dan pembangunan Indonesia,” ujar Rektor UM Bima.

Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada LPPM UM Bima yang telah memberikan pendampingan dan dukungan dalam pengembangan berbagai karya inovatif sivitas akademika.

“Kami berterima kasih kepada LPPM dan seluruh tim yang telah bekerja keras mendukung lahirnya karya-karya inovatif. Kami berharap keberhasilan ini menjadi energi baru bagi dosen dan mahasiswa UM Bima untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Dr. Syamsuddin, S.H., M.H. selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan bukti bahwa budaya akademik di UM Bima terus berkembang dan mampu melahirkan karya yang memiliki nilai inovasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pengusul, tim LPPM, serta seluruh sivitas akademika yang telah memberikan dukungan sehingga dua karya UM Bima berhasil memperoleh Hibah Dana Indonesia Raya. Masing-masing karya mendapatkan dukungan sebesar Rp200 juta. Ini merupakan capaian yang membanggakan dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat tradisi akademik, penelitian, kreativitas, dan inovasi di lingkungan UM Bima,” ungkap Wakil Rektor I Bidang Akademik UM Bima.

Lebih lanjut, Wakil Rektor I menegaskan bahwa keberhasilan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perolehan pendanaan, tetapi dapat diwujudkan menjadi karya yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya dalam pelestarian bahasa, sejarah, dan budaya Bima.

“Kami berharap kedua karya ini dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan manfaat yang luas, khususnya bagi generasi muda. Pelestarian budaya harus terus dilakukan dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, integrasi antara kekayaan budaya lokal, pendidikan, kreativitas, dan teknologi digital menjadi sangat penting,” lanjutnya.

Wakil Rektor I juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta LLDIKTI Wilayah VIII atas dukungan terhadap pengembangan karya-karya inovatif perguruan tinggi. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas ruang bagi dosen dan sivitas akademika untuk menghasilkan karya yang berdampak bagi kebudayaan dan pembangunan bangsa.

Keberhasilan dua karya tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan dengan cara-cara konvensional. Teknologi digital dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkenalkan bahasa, sejarah, cerita rakyat, dan identitas budaya lokal kepada generasi muda.

TANAO menghadirkan pendekatan pembelajaran digital interaktif, sementara komik digital legenda Kesultanan Bima menawarkan pendekatan kreatif dalam mengenalkan sejarah dan budaya.

Keduanya memiliki semangat yang sama: menjadikan budaya sebagai sumber pengetahuan, kreativitas, dan inovasi untuk membangun masa depan.

Dengan semangat “Melestarikan Budaya, Menginspirasi Generasi, Membangun Indonesia Raya,” UM Bima berkomitmen untuk terus mendorong karya-karya akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pelestarian budaya dan kemajuan masyarakat.

Budaya kuat, Indonesia hebat. UM Bima unggul, Islami, dan berkemajuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *