Tim Peneliti UM Bima Raih Hibah Program Bestari Saintek 2026

Kabar membanggakan datang dari civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bima. Salah satu tim peneliti berhasil meraih pendanaan dalam Program Bestari Saintek Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Berdasarkan pengumuman resmi Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi dengan nomor 125/DST/D.D4/AL.04.02/2026, proposal yang diajukan tim peneliti UM Bima dinyatakan lulus seleksi hingga tahap proposal penuh dan berhak mendapatkan dukungan pendanaan untuk pelaksanaan program.

Proposal yang berhasil lolos tersebut mengangkat judul PA’I PIRI NAIK KELAS: INOVASI JAMU TRADISIONAL BIMA BERBASIS LIVING LAB UNTUK PENGUATAN UMKM HERBAL DAN EKONOMI KREATIF LOKAL Program ini mengusung gagasan pengembangan jamu tradisional khas Bima melalui pendekatan living lab, yaitu model kolaboratif yang melibatkan peneliti, masyarakat, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan dalam proses inovasi. Pendekatan ini diharapkan mampu mengangkat potensi kearifan lokal menjadi produk herbal yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, sekaligus memperkuat daya saing UMKM di sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Tim peneliti dalam program ini dipimpin oleh Muh. Zulkarnain, M.A. sebagai ketua tim, bersama anggota Muhammad Rasyad Al-Fajar, M.E., Muhammad Zia Ulhak, M.E., Aris Iwansyah, M.PH., Syarif Hidayatullah, M.H., dan Aga Rahmatullah, S.Kom. Melalui program ini, tim berupaya mengintegrasikan riset akademik dengan praktik pemberdayaan masyarakat, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku UMKM.

Atas capaian tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Bima, Assc. Prof. Dr. Ridwan, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada tim peneliti yang telah berhasil membawa nama baik universitas di tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti bahwa dosen dan peneliti UM Bima mampu bersaing secara akademik serta menghadirkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus mengembangkan penelitian yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemanfaatan ilmu pengetahuan bagi kemajuan daerah.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa riset yang lahir dari perguruan tinggi daerah memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat. Universitas Muhammadiyah Bima terus mendorong para dosen dan penelitinya untuk menghadirkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat serta memperkuat potensi ekonomi lokal berbasis kearifan daerah.

Capaian ini sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat budaya riset di lingkungan Universitas Muhammadiyah Bima, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *